panduankeramahan aksesaman buta warna

Game Peramban yang Ramah Akses: Satu Tangan, Aman Buta Warna, dan Suara Opsional

Tiga jenis keramahan akses yang berbeda sering dijejalkan ke dalam satu kata. Ini yang sebenarnya dituntut masing-masing, dan game arkade mana yang sudah melakukannya dengan benar.

Oleh GamerX6 menit baca
Game Peramban yang Ramah Akses: Satu Tangan, Aman Buta Warna, dan Suara OpsionalMainkan Current Swim

"Game yang ramah akses" dipakai sebagai satu label serba guna, padahal sebenarnya itu singkatan bagi beberapa kebutuhan yang tidak saling berhubungan. Game yang enak dimainkan satu tangan bisa saja tetap tak terbaca kalau Anda buta warna. Game dengan rancangan bersih yang aman untuk buta warna bisa saja tetap bersandar berat pada isyarat suara yang akan Anda lewatkan dengan suara mati. Ketiganya masalah yang berbeda, dan sebuah game harus menyelesaikan masing-masing dengan sengaja, bukan kebetulan. Inilah yang kami temukan setelah menyisir arkade untuk masing-masingnya.

Satu tangan: tanpa masukan bersamaan, tanpa kombinasi berwaktu

Game yang benar-benar satu tangan butuh satu masukan berkelanjutan, sebuah seretan, tahanan, atau ketukan, dan tidak ada yang menuntut dua tombol ditekan bersamaan atau tangan yang melompat antara tetikus dan papan ketik di tengah gerakan. Beberapa game di arkade dibangun seluruhnya di sekitar tepat satu gerak isyarat:

  • Sliding Wave: seluruh gamenya adalah tahan untuk naik, lepas untuk menukik. Satu jari, satu tombol tetikus, tidak ada yang lain.
  • Current Swim: satu seretan mengarahkan perenang ke segala arah sekaligus, tanpa tombol terpisah untuk atas, bawah, kiri, dan kanan yang bertumpuk satu sama lain.
  • Spring Shot: tarik ke belakang dengan satu seretan, lalu lepas. Seluruh interaksinya satu gerak isyarat dari awal sampai akhir.
  • Fold Home: satu ketukan, diselaraskan dengan isyarat visual. Tanpa tombol pengubah, tanpa kombinasi.

Aman buta warna: warna sebagai bonus, tidak pernah satu-satunya isyarat

Ukuran jujur untuk rancangan yang aman bagi buta warna bukanlah "memakai warna yang bagus", melainkan "tetap masuk akal sepenuhnya ketika warnanya dihilangkan". Beberapa mekanik di arkade melewati ukuran itu, dan satu yang sengaja kami sebut justru tidak, karena perbedaan itulah inti bagian ini:

  • Gerbang Crowd Stampede dicap dengan lambang matematika sungguhan, tambah, kurang, kali, dan bagi, bukan sekadar diwarnai hijau atau merah. Anda bisa memainkan seluruh gamenya dengan benar hanya dari lambangnya, dengan warna sebagai bonus dan tidak pernah sebagai syarat.
  • Tilt Sort bersandar pada warna jauh lebih langsung, memilah bola dengan mencocokkannya ke keranjang berwarna, jadi kalau mencocokkan warna memang sulit bagi Anda, game ini perlu didekati dengan hati-hati dan bukan game yang bisa kami sebut aman buta warna begitu saja.

Kami sengaja bersikap spesifik di sini: sebuah game entah menuliskan aturannya dalam bentuk, lambang, atau posisi selain warna, atau tidak sama sekali, dan ada baiknya tahu mana yang mana sebelum mengandalkannya.

Suara opsional: setiap isyarat juga terjadi di layar

Sebagian besar arkade sudah melewati ukuran ini secara bawaan, karena ini game peramban yang dimaksudkan untuk ruang bersama atau ruang yang sunyi, tetapi tetap layak disebut terang-terangan: apakah gamenya pernah memberi tahu Anda bahwa sesuatu terjadi hanya lewat suara, tanpa padanan visual? Di semua game di atas, jawabannya tidak. Penghitung jarak, hati, total koin, dan umpan balik tabrakan semuanya muncul di layar dengan cara yang sama, entah pengeras suara Anda menyala atau mati. Tidak satu pun mengunci sebuah keputusan di balik isyarat suara tanpa kembaran visual.

🎮Tidak satu pun game dalam tulisan ini butuh papan ketik sama sekali. Semuanya bisa dimainkan dengan tetikus, papan sentuh, atau satu jari di layar sentuh.

Tidak ada satu pun dari ini yang berarti arkade dipasarkan sebagai produk keramahan akses, sebagian besar hanya soal skema kendali dan mekanik mana yang kebetulan bertahan di bawah batasan yang nyata. Game di atas bertahan. Layak diketahui sebelum Anda menganggap sebuah game peramban butuh dua tangan dan penglihatan warna penuh supaya masuk akal.

Baca juga